IbuMPASI

MBG dan keluarga

MBG untuk Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui: Apa Hubungannya dengan Gizi MPASI?

Program MBG sering terdengar sebagai program makan untuk anak sekolah. Padahal dalam beberapa pernyataan resmi, BGN juga menekankan kelompok 3B: balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ini penting untuk orang tua yang sedang masuk fase MPASI.

Ilustrasi program gizi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
Sumber gambar: IbuMPASI oleh IbuMPASI. Lisensi: Ilustrasi orisinal IbuMPASI.

Apa itu kelompok 3B?

Dalam konteks MBG, 3B merujuk pada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. BGN menyebut kelompok ini sebagai sasaran prioritas karena berkaitan langsung dengan perbaikan gizi anak dan pencegahan masalah gizi sejak dini.[1]

Kenapa orang tua bayi MPASI perlu tahu?

Masa MPASI berada dekat dengan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan. Bayi mulai belajar makan, kebutuhan gizinya meningkat, dan orang tua perlu membuat keputusan harian tentang bahan, tekstur, kebersihan, dan porsi.

BGN pernah menekankan bahwa MBG bukan hanya urusan sekolah, tetapi juga memperhatikan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.[2] Dari sisi keluarga, ini bisa menjadi pengingat bahwa gizi bayi tidak bisa dilihat hanya saat anak sudah sekolah.

Apa yang sedang berubah di lapangan?

Pada Mei 2026, muncul pemberitaan bahwa SPPG diminta melayani minimal 300 penerima manfaat dari kelompok 3B mulai 2 Juni 2026. Intinya, layanan gizi didorong agar tidak hanya berpusat pada peserta didik, tetapi juga menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.[3]

Detail teknis program bisa berubah sesuai kebijakan pemerintah. Namun untuk orang tua, pesan praktisnya tetap sama: fase hamil, menyusui, dan balita adalah fase yang perlu dukungan gizi serius.

Hubungannya dengan MPASI di rumah

  • Orang tua tetap perlu memahami porsi dan tekstur sesuai usia bayi.
  • Menu harian perlu berisi sumber energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
  • ASI tetap dilanjutkan sesuai kondisi ibu dan bayi, sementara MPASI melengkapi kebutuhan setelah sekitar 6 bulan.[4]
  • Jika menerima makanan dari program apa pun, cek apakah teksturnya aman dan sesuai kemampuan makan bayi.

Cara membaca menu bantuan gizi untuk balita

Jika suatu saat keluarga menerima makanan untuk balita, jangan hanya melihat apakah porsinya banyak. Perhatikan juga apakah ada sumber protein, sumber energi, lemak, sayur atau buah, dan apakah teksturnya cocok untuk usia anak.

Untuk bayi yang masih belajar makan, makanan yang terlalu keras, terlalu asin, terlalu manis, atau punya potongan besar bisa jadi tidak cocok. Orang tua tetap perlu menyesuaikan dengan kemampuan bayi dan arahan tenaga kesehatan.

Cek bahan dengan kalkulator

IbuMPASI bisa membantu membaca menu dari sisi bahan. Jika kamu tahu bahan dan perkiraan gramnya, masukkan ke kalkulator untuk melihat estimasi energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Referensi

Artikel ini memakai sumber resmi BGN untuk konteks MBG dan rujukan WHO untuk prinsip umum MPASI.

  1. [1] BGN Wajibkan Seluruh SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu. Badan Gizi Nasional, siaran pers 11 Mei 2026: SPPG diminta meningkatkan penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  2. [2] BGN Kembali Tekankan Prioritas MBG adalah 3B. Badan Gizi Nasional, siaran pers 14 Februari 2026: BGN menyebut balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok rentan prioritas sebelum peserta didik.
  3. [3] BGN akan cabut insentif SPPG yang tak layani MBG 3B minimal 300 orang. ANTARA, 25 Mei 2026: pemberitaan tentang SE Nomor 5 Tahun 2026 dan kewajiban layanan minimal 300 penerima manfaat kelompok 3B mulai 2 Juni 2026.
  4. [4] Infant and young child feeding. World Health Organization: makanan pendamping yang aman dan cukup gizi perlu diberikan mulai sekitar 6 bulan sambil menyusui dilanjutkan.

Langkah berikutnya

Cek menu ini di Kalkulator MPASI

Masukkan umur bayi, pola ASI, jumlah makan, dan bahan makanan. Hasil gizi akan dihitung otomatis dan mudah dibaca.

Baca juga

Panduan MPASI terkait

Komentar Artikel

Masukan dari orang tua

Tulis saran seperti: "Tolong tambahin bahan X dong, anakku doyan banget X."

Daftar komentar

Komentar sedang dimuat.