Menu rumahan
Cara Menyusun Menu MPASI Seimbang dari Bahan Rumah
Menu MPASI seimbang tidak harus selalu memakai bahan mahal. Dengan bahan rumah seperti nasi, telur, ayam, tahu, tempe, sayur, buah, dan sedikit lemak, orang tua bisa membuat menu yang lebih terarah lalu mengeceknya otomatis di kalkulator.
Rumus praktisnya
Mulai dari empat kelompok: sumber energi, protein, lemak, serta sayur atau buah. Setelah itu, timbang bahan dan cek apakah energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineralnya sudah mendekati target per porsi.
Sumber energi
Nasi, bubur beras, kentang, ubi, oat, jagung, atau beras merah.
Sumber protein
Ayam, telur, ikan, daging sapi, hati ayam, tahu, tempe, atau kacang-kacangan sesuai toleransi.
Sumber lemak
Minyak, santan, alpukat, unsalted butter, atau lemak alami dari lauk.
Sayur dan buah
Wortel, labu, brokoli, bayam, tomat, pisang, pepaya, mangga, atau apel.
Kenapa perlu variasi?
WHO menganjurkan diet beragam untuk anak 6-23 bulan. Artinya, menu tidak sebaiknya hanya mengandalkan satu jenis bahan setiap hari. Variasi membantu bayi mengenal rasa dan tekstur, sekaligus memperbesar peluang terpenuhinya nutrisi yang berbeda-beda.[1]
Namun variasi bukan berarti semua bahan harus masuk dalam satu porsi. Orang tua bisa bergantian: hari ini ayam wortel, besok ikan labu, lalu telur kentang atau tahu tempe santan.
Langkah menyusun dari bahan rumah
- 1. Pilih karbohidrat dasar.
Misalnya nasi, bubur beras, kentang, atau ubi. Ini membantu energi dan membuat menu lebih mudah diterima bayi.
- 2. Tambahkan protein.
Ayam, telur, ikan, daging, tahu, atau tempe membantu menaikkan protein. Untuk zat besi, bahan hewani sering lebih mudah membantu target.
- 3. Jangan lupa lemak.
Sedikit minyak, santan, alpukat, atau lemak dari lauk bisa membantu kepadatan energi. Ini penting karena porsi bayi masih kecil.
- 4. Sesuaikan tekstur.
UNICEF menekankan makanan yang aman, cukup kental, dan sesuai usia. Tekstur perlu naik bertahap, bukan langsung keras atau terlalu encer.[2]
Contoh kombinasi sederhana
- Nasi lembek, ayam, wortel, dan sedikit minyak.
- Kentang, telur matang, brokoli, dan sedikit keju bila sesuai.
- Bubur beras, hati ayam, labu, dan sedikit minyak.
- Nasi, tahu, tempe, bayam, dan santan secukupnya.
Cek dengan angka, bukan perasaan saja
Orang tua sering merasa menu sudah cukup karena terlihat banyak. Padahal, porsi besar belum tentu padat gizi. IbuMPASI memakai AKG sebagai target awal untuk memperkirakan kebutuhan per porsi, lalu membandingkannya dengan bahan yang dimasukkan.[3]
Kamu bisa mulai dari bahan yang ada di rumah, masukkan gramnya ke Kalkulator MPASI, lalu lihat nutrisi mana yang masih rendah atau terlalu tinggi.
Catatan keamanan
Pastikan bahan matang, alat bersih, potongan aman, dan tidak terlalu asin atau manis. Jika bayi punya alergi, kondisi medis, atau masalah pertumbuhan, sesuaikan menu bersama dokter atau ahli gizi.
Referensi
Rujukan dipakai untuk prinsip diet beragam, tekstur, dan target gizi yang menjadi dasar kalkulator.
- [1] WHO Guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age. World Health Organization, 2023: anak usia 6-23 bulan dianjurkan mendapat diet beragam, termasuk pangan hewani, buah, sayur, kacang-kacangan, dan pangan pokok.
- [2] Feeding your baby: 6-12 months. UNICEF Parenting: MPASI perlu dibuat aman, cukup kental, dan diberikan bertahap sesuai usia serta respons bayi.
- [3] Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. Kementerian Kesehatan RI, 2019: rujukan AKG menurut kelompok umur yang dipakai sebagai dasar target awal kalkulator.