IbuMPASI

lemak tambahan mpasi

Lemak Tambahan MPASI

Lemak tambahan sering membantu menaikkan energi MPASI tanpa membuat porsi terlalu besar. Namun jumlahnya perlu masuk akal karena sedikit saja sudah padat energi.

Ditulis 28 Mei 2026Diedit 28 Mei 2026Oleh Hanif Baskoro dan Tim IbuMPASI
Ilustrasi lemak tambahan MPASI seperti minyak, santan, dan alpukat
Sumber gambar: IbuMPASI oleh IbuMPASI. Lisensi: Ilustrasi orisinal IbuMPASI.

Ringkasan praktis

Jika energi menu kurang tetapi berat porsi sudah besar, coba cek bahan lemak tambahan seperti minyak, santan, atau unsalted butter di kalkulator.

Coba di Kalkulator MPASI

Kenapa lemak tambahan berguna

Bayi punya kapasitas makan yang terbatas. Jika menu terlalu banyak sayur atau bubur encer, volumenya bisa besar tetapi energi per porsi rendah.

Lemak tambahan membantu menaikkan energi dalam jumlah gram yang kecil. Ini bisa berguna ketika bayi cepat kenyang tetapi target energi belum mendekati cukup.

Contoh bahan lemak

Minyak, santan, unsalted butter, alpukat, dan keju sering dipakai sebagai sumber lemak. Setiap bahan punya karakter berbeda: minyak padat energi, santan memberi rasa gurih, alpukat membawa lemak sekaligus serat, sedangkan keju perlu diperhatikan natriumnya.

Tidak semua menu perlu ditambah lemak. Jika hasil energi sudah cukup atau tinggi, tambahan lemak bisa membuat menu terlalu padat energi.

Cara memutuskan perlu atau tidak

Lihat hasil energi dan total berat porsi di kalkulator. Jika energi rendah dan berat porsi sudah besar, lemak tambahan bisa lebih masuk akal daripada menambah banyak bahan lain.

Mulai sedikit dulu. Setelah gram diubah, lihat ulang rasio energi, lemak, dan total berat MPASI.

Lanjut baca

Halaman yang nyambung dengan topik ini

Referensi

  1. WHO Guideline for complementary feeding of infants and young children 6-23 months of age. World Health Organization, 2023: rujukan umum prinsip MPASI, variasi makanan, keamanan, dan feeding responsif.
  2. UNICEF: Feeding your baby 6-12 months. UNICEF Parenting: ringkasan praktis tentang frekuensi makan, tekstur, dan tanda lapar atau kenyang bayi.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. Kementerian Kesehatan RI, 2019: acuan AKG yang dipakai sebagai dasar target harian di IbuMPASI.
  4. Buku Saku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Kementerian Kesehatan RI: rujukan praktis konseling PMBA untuk tenaga kesehatan dan kader.
  5. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: rujukan komposisi pangan lokal untuk beberapa bahan MPASI.
  6. USDA FoodData Central. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service: rujukan komposisi pangan per bahan.

Hitung otomatis

Cek bahan dan gram MPASI di kalkulator

Setelah membaca panduan, masukkan bahan yang ada di rumah. IbuMPASI akan membantu menghitung estimasi target per porsi secara gratis dan otomatis.

Komentar Artikel

Masukan dari orang tua

Tulis saran seperti: "Tolong tambahin bahan X dong, anakku doyan banget X."

Daftar komentar

Komentar sedang dimuat.